All Aboutt My Journey |
Dream n Believe Make it Happen |
Pengen rasanya memeluk diri sendiri dan sekalian bilang begini :
Sudah nggak kehitung ya berapa kali kamu hampir menyerah, sudah berapa kali juga hampir tumbang, meski kelihatannya kamu terlihat lemah, tapi hingga sekarang tetap saja memutuskan bertahan. Banyak orang-orang di hidup ini yang bikin kamu goyah, tapi hingga sekarang kamu masih berdiri sendiri dengan gagah. Terima kasih sudah sekuat itu hingga detik ini, meski nggak ada jaminan lusa akan bagaimana, tapi hingga hari ini, kamu sudah luar biasa. Teruslah hidup dengan bersikap sederhana, tapi jangan berhenti berusaha dan melangitkan doa.
Mantra hari ini :
Semoga kamu tetap menyakini bahwa di setiap langkah yang kamu bangun pelan-pelan itu akan menjadi berarti dan memberimu arti di kemudian hari, tak ada yang sia-sia dari keringat yang membasahi, dari hati yang senantiasa berjuang tanpa henti. Tetaplah kuat dalam mengimani, dan semoga doamu selalu senantiasa mengiringi.
(via fatimah-az-zahra)
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang luput untuk kita latih. Tidak hanya tentang bagaimana kita berjuang keras untuk menjadi kaya, tapi kita harus juga melatih diri untuk menjadi miskin. Sebab, kita tidak pernah tahu, di waktu kapan harta itu akan hilang. Kalau kita tidak siap, hidup kita bisa hancur berkeping-keping sebab tidak bisa beradaptasi dengan baik. Tidak terbiasa makan nasi kucing, tidak biasa tidur di kasur tipis, tidak biasa rumah sempit, dan tidak biasa naik motor atau berjalan kaki. Kita perlu untuk melatih diri kita untuk menjadi apapun, berlatih menjadi orang kaya agar tidak “kaget” ketika memiliki banyak harta, juga berlatih menjadi miskin agar tidak “kaget” ketika tidak punya apa-apa. Keadaan boleh jadi seperti apapun, tapi jangan sampai itu mengubah kebahagiaan dan karakter kita.
Tidak hanya itu, kita juga harus berlatih untuk siap dengan kekalahan. Selama ini, kita sibuk berjuang dan bersikeras untuk menang. Menang terhadap apapun, terhadap karir, terhadap pencapaian, terhadap keadaan, terhadap orang lain, terhadap ego, dan apapun yang ingin kita capai. Kalah pun, perlu latihan kan? Tidak apa-apa jika kita tidak juara kelas, tidak apa-apa jika kita tidak menjadi mapres di kampus, tidak apa-apa jika kita tidak bisa menjadi yang terbaik.
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang perlu kita latih. Melatih untuk taat kepada pemimpin, melatih untuk bersedia bekerja keras untuk keluarga, melatih diri untuk bersabar terhadap anak, dan semua hal buruk yang selama ini kita hindari, baiknya kita latih untuk menghadapinya dari saat ini.
Semoga juga kita selamat dari syahwat dan ambisi kita untuk menang terhadap apapun, syahwat kita untuk menjadi kaya. Hingga saat kita tidak mencapainya, kita tidak lagi memiliki akal sehat. Menghalalkan segala cara untuk meraih semua itu.
Semoga kita termasuk orang yang bisa mengambil pelajaran berharga, bisa mempelajari semua hikmah yang terkadung atas kejadian yang menimpa. Baik saat kaya maupun miskin, baik saat menang maupun kalah, baik saat sendiri maupun sudah menikah, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
©kurniawangunadi | 23 Mei 2019
(via rindu-tak-bertuan)
AYAH
Ada saat rindu meruntuhkan segala kebekuan hatimu. Saat jarak yang membentang tak lagi bisa mengendalikan benteng dirimu. Kau benar-benar merasa ingin sekali bertemu dia. Sekadar duduk berdua di teras rumah. Bercerita hal ringan-ringan urusan negera. Atau perihal keluhan kecil tentang pekerjaan. Kau ingin sekali mendengar suaranya dari dekat, melihat wajahnya dari lekat. Ingin sekali belajar lagi bahwa tidak ada yang bisa menggantikan ayah dari hidupmu. Tidak ada yang bisa semengerti ayah mengajarkan bagaimana bertahan dengan tangguh pada dirimu. Saat perasaan itu datang, rantaumu tiba-tiba terasa semakin jauh. Hatimu rasanya meleleh dan luruh. Kau tahu, dia begitu berarti.
–boycandra
Penutup Tahun
Tahun 2020 merupakan tahun yang masyaAllah. Banyak hikmah dan hal baru yang didapatkan. Ada kegagalan, penolakan, patah hati, harapan, cinta, pertemuan dan perpisahan.
Bagian terberat dalam hidup adalah menerima. Terlebih menerima diri sepenuhnya. Baik-buruknya, lebih-kurangnya, bahagia-sedihnya, cinta-patah hatinya. Bagaimana orang lain bisa menerima diri kita jika kita sendiripun belum mampu menerima semua yang ada di hidup kita? Bagaimana kita bisa mencintai orang lain jika kita saja masih seringkali melukai orang lain? Bagaimana kita bisa menerima orang lain jika kita saja seringkali menyalahkan diri sendiri? Padahal tidak semua kesalahan, kegagalan, kekecewaan terjadi karena kita sendiri kadangkala ada peran serta orang lain. Tapi bukan lagi saatnya menyalahkan orang lain. Karena ditahun ini merupakan tahun titik balik dan kembali ke nol. Dalam artian mencoba untuk menerima sepenuhnya diri sendiri. Menerima kesalahan-kesalahan yang dibuat. Menerima kegagalan yang terjadi. Menerima cinta yang tentu saja dihadirkan oleh orang-orang baru. Menerima patah hati yang ternyata patah sendirian. HaHa
Menerima patah hati sendirian. Masih menjadi PR terbesar untuk tahun 2020 dan memasuki 2021. Karena akan melewati proses yang cukup sedikit panjang. Tapi tidak mengapa. Karena aku tidak ingin memulai perjalanan panjang dengan menggenggam apapun termasuk luka.
2020 terimakasih atas hadirnya manusia-manusia baru yang menghangatkan hati.
2020 terimakasih sudah banyak mengajarkan melepaskan.
2020 terimakasih banyak atas pembelajaran yang cukup menghebatkan.
2020 terimakasih sudah menjadi bagian proses perjalanan hidup.
2020 terimakasih untuk yang datang, pergi, menetap, singgah.
2020 terimakasih sudah menjadikan aku manusia baru, yang memulai cinta dengan diri sendiri.
2020 terimakasih patah hatinya, semoga nanti saat tumbuh tunas baru hatiku lebih lapang.
2020 maaf banyak hal tidak sempat terwujud.
Mas,
Mas, kalau nanti perempuanmu ini meminta pendapatmu tentang pilihan-pilihannya, tapi pendapatmu tidak menjadi keputusannya, ketahuilah, pada dasarnya sejak awal ia sudah menetapkan pilihannya, dan bertanya padamu adalah caranya meminta validasi dan dukunganmu untuk segala pilihannya.
Mas, kalau nanti kaudapati perempuanmu ini menangis, peluk saja. Kau tentu saja boleh bertanya, Mas. Tapi tolong tahan pertanyaanmu sampai ia lebih tenang. Saat menangis, perempuanmu ini hanya butuh ditemani.
Mas, kalau nanti perempuanmu ini cerewet sekali, bercerita tentang banyak hal yang ia alami atau sekadar imajinasinya, dengarkan saja, masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri pun tak apa, Mas. Ia hanya perlu mengeluarkan tiga ribu kata per hari demi menjaga kewarasan dirinya.
Mas, kalau nanti kautemukan tulisan-tulisan milik perempuanmu ini, perihal patah dan sedih, tidak perlu risau. Belum tentu ia menulis tentangmu. Ia hanya pandai memosisikan diri menjadi orang lain. Tapi kau juga harus tahu, Mas, kau adalah subjek terbanyak untuk tulisannya. Kau subjek favoritnya.
Mas, kalau nanti perempuanmu ini terlihat kekanak-kanakkan, sungguh hanya padamu ia begitu. Ia perempuan mandiri dan tangguh tapi di hadapanmu hampir semua pertahanannya dilepaskan. Ia percaya padamu seperti ia percaya ayahnya.
Aku pernah begitu hebatnya meyakinkan diri untuk seseorang yang datang menghampiri. Melawan ego sendiri untuk seseorang yang ternyata tak tahu diri. Aku pernah begitu hebatnya dikecewakan. Memupuk harap, tapi dijatuhkannya begitu hebat. Sepucuk harapan yang akhirnya dihancurkan juga. Sepenuh pengorbanan yang akhirnya tak berarti apa-apa. Segala ragu aku hilangkan demi menyemai makna kepercayaan. Begitu percayanya aku dengan orang yang ku pikir baik hati. Ternyata, baik saja tidak cukup kalo nyatanya dia tak punya hati untuk sedikitpun menghargai, apalagi memaknai.
-njoo
Bagaimana nasehat terbaik tentang menerima situasi sulit yang tak berpihak pada diri?
Beberapa diantara kita berusaha untuk berfikir positif, meyakinkan diri, memberikan pemahaman pada diri untuk selalu sabar dan bertahan diatas keadaan.
Sesekali, naluri kita memberikan sugesti agar tetap bersyukur, sembari mencari hikmah atas segala keadaan sulit yanhg dilalui.
Beberapa juga menahan emosi untuk segala amarah, khawatir, takut, kecewa dan kesedihan yang begitu lelah untuk dijalani.
Rasanya, begitu sulit untuk berada pada titik terendah kehidupan ini. Sesuatu yang tidak kita harapkan. Babak belur dengan tatapan yang samar untuk terus berjuang.
Sebentar. Sesekali kita lupa, bahwa ketika ada noda hitam pada kertas putih, kita masih bisa fokus pada ruang kosong putih yang tersisa.
Kita ini hanya manusia biasa. Memiliki porsi masing-masing yang tak selalu sama. Hembusan nafas kita, senyum tawa yang melengkung dibibir, ataupun air mata yang jatuh dipipi. Semua selalu ada masanya. Memang tidak mudah untuk menopang segala pilu, apalagi harus memeluk luka yang sendu.
Jawabannya ada pada nasehat terbaik, bahwa kita hanya merencanakan, tidak ada kuasa untuk menentukan.
Lagi lagi, deep talk untuk diri sendiri.
-njoo
With the right person, you don’t have to work so hard to be happy. It just happens.
(via toughtsofminesworld)
“Jika kita duduk sejenak dengan tenang, dan mencoba untuk mengubah sudut pandang kita. Rasa kecewa dapat berubah menjadi rasa syukur.”— Choqi Isyraqi

Persevere and study harder 💪💪💪
Berhenti Sejenak
“Butuh banyak hal yang harus dilalui untuk bisa mengikhaskan masa lalu dan menyembuhkan sakit...
13.59
Pada lembaran baru hidup kita, akan ada orang-orang yang datang dan pergi. Tak ada yang bisa kita cegah atau kita tahan, kita hanya butuh...
Akhirnya waktuku habis dari tempat singgah yang telah kau beri.
Terima kasih untuk waktu yang tak sebentar untuk lebih dari sekadar mengenal.
...
-Vivi Aramie-
Since its founding in 2007, Tumblr has always been a place for wide open, creative self-expression at the heart of...
Ternyata di bulan ke sembilan saya menikah, saya semakin menyadari bahwa ada beberapa hal yang dulu saya pahami ternyata keliru....

instragam :)